Aku baru saja kembali ke surga yang lama aku impikan, dimana dalam benak ku sudah terbayang wajah-wajah malaikat yang sudah Tuhan kirimkan sebagai keluarga semasa aku masih dalam rancangan-Nya. Dunia mimpi yang membawa ku berkelana jauh kini menemukan titik lelah untuk kembali.
Sekedar untuk bertegur sapah dan mengisi kembali cinta yang habis dimakan masa penjajahan rantauan. aku bermimpi kembali memeluk dan melihat senyuman mereka. waktu itu tiba dan kini raut wajah muda itu sudah berubah terhias uban dikepala. pelukannya masih saja hangat dan cintanya masih berasa. aku menikmati hari-hari yang sudah terlewatkan dan kini kembali berharap membayar semuanya dengan makna yang tak tergambarkan. aku tahu sedari awal bahwa keluarga adalah surga meski tak tahu bagaimana aku sendiri dapat mendefenisikannya.
Masa-masa surga itu kini telah bergeser makna, semakin dewasa aku tahu bahwa aku bertumbuh dan mereka juga. orang tua, saudara dan lingkungan. rumah yang hangat dengan pelukan mulai menunjukan sisi lainnya. rumah yang harusnya menjadi sarang jawaban berubah menjadi kandang konflik.
Aku tahu bahwa keluarga adalah tempat kita belajar memahami. tetapi bagaimana jika semua kebenaran harus kembali pada standar masing-masing orang ?
kali ini aku mengalah pada gambaran indah kedewasaan dan juga rumah. aku yang berupaya membahagiakan mulai mencari kebahagiaanku sendiri.
Tak ada amarah, yang ada hanya pengertian yang semakin dalam yang tumbuh bersama kedewasaan. surga kini telah berubah. surga bukan lagi tentang rumah atau keluarga. surga adalah tentang ketenangan diri sendiri. surga adalah tempat dimana kamu tahu bahwa kamu ingin hidup disana lebih lama. aku paham bahwa setelah kembali ke rumah, aku masih harus berjalan lagi lebih jauh untuk menemukan surga ku sendiri. surga yang ingin aku ciptakan dari kedewasaan yang sudah hidup ajarkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar